Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 dan menjadikannya sebagai momen penting untuk mendorong kesadaran pencegahan penyakit di masyarakat. Kegiatan ini digelar di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta, Selasa.
“Hari Kanker Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian serta komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Hidayat.
Melalui momentum ini, Pemkot Jakarta Selatan menegaskan komitmen untuk terus mendukung program persuasif dan preventif. Upaya tersebut dilakukan lewat peningkatan edukasi kesehatan, deteksi dini kanker, penguatan layanan kesehatan primer, serta kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak.
Menurut Hidayat, langkah-langkah ini hanya bisa berjalan optimal jika didukung semua pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan, kader, komunitas, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas. Ia menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama untuk menekan risiko kanker.
“Pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara rutin serta keberanian melakukan skrining sejak dini dapat menyelamatkan nyawa,” katanya.
Ia berharap peringatan Hari Kanker Sedunia tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan. Menurutnya, kanker bukan hanya persoalan individu, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup keluarga, produktivitas masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Melalui momentum ini, mari kita ubah pola pikir dan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat dan peduli,” kata Hidayat.
Senada, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita Budi, menjelaskan tema Hari Kanker Sedunia tahun ini adalah “Disatukan oleh Keunikan (United by Uniqueness)”. Tema ini menekankan bahwa kanker bukan sekadar diagnosis medis.
Dalam penanganan kanker, kata Fitria, banyak aspek yang terlibat, mulai dari kondisi psikologis dan mental pasien hingga pentingnya dukungan lingkungan sekitar untuk mendorong proses kesembuhan. Karena itu, kegiatan peringatan ini bertujuan menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam melawan kanker, meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, serta memperkuat pengetahuan tentang pencegahan dan deteksi dini.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), khususnya bagi perempuan, terkait pencegahan serta deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Masyarakat juga diajak menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Dalam peringatan ini, Pemkot Jaksel menggelar berbagai kegiatan, mulai dari lomba kader peduli kanker Jagakarsa, pemeriksaan kesehatan, senam bersama, aksi makan buah bersama, diskusi kesehatan dengan dokter spesialis kandungan, lomba cerdas cermat kader dan Pasukan Putih, hingga pembagian hadiah.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026